Pada Detak Nadi Ini
Wahai pemimpin Aku tak bisa merenung Bahkan aku sulit percaya pada diri ini Wahai pemimpin Aku ingin sekali bercakap Menceritakan semua orang yang aku kenal Tapi, detak nadi ini Tak cukup waktu untuk berbunyi lagi Kini, Aku hanya bisa berbaring Menunggu waktu hening Wahai pemimpin Jagalah adik-adik kami Dan detak nadi mereka Senantiasa berharap kau ada disetiap helai napas mereka Aku yakin Tuhan akan menyayangimu Membahagiakanmu di dunia ini dan akhirat nanti Kunduran, 2 Mei 2017