Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Novel Duet

Gambar
Assalamualaikum, Bismillah. Maaf numpang promosi. grin emotikon   Judul : HARUNA THE LAST FRIEND Tebal : 120 halaman Penulis : Mas Tanjung   Bisa pesan bukunya,  via email: Muhammadalisubkhan06@gmail.com /  Wa          : 085785623752 Harga @ 40.000 (belum ongkir) Semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr wb

Puisiku Puisials

Aku menjelma manusia mengukir ayat-ayat cinta menjadi dusta Disini aku menjamu lentera saat gelap memuisikan hati nestapa Seperti karma kemarin Seperti hujan yang tak tak pernah berhenti Aku disini melambai hangat kedatanganmu Sendiri, menepi batas sujimu Yang menghimpit sejuta kata Kata kecil terurai bersama kasih dan cinta Aku kembali Dan pasti akan pergi, lagi Jangan menunggu seperti larik ini Kamu tahu tujuanmu Karena setiap mimpi, ada di tanganmu Gapailah... jangan berhenti sebelum kau menemukannya. Blora, 20 Februari 2016

Bukan Tentang Rindu

Ku tulis nama Tentang dirimu, nama itu selalu Memberikan energi positip untukku Aku tak ragu, menghempas rindu Di kala sang waktu Selalu berinai dalam hujan Menemani setiap perjalanan Kiatku tak berujung Dimana ada saat matamu tertawa Dimana saat letak senyummu melangit Aku tetap mengintaimu Meski kau tak pernah tahu Arti semua yang kulakukan Ingat, ... Ini bukan tentang rindu Ini serpihan masa lalu kita Yang kuseret dalam lembaran kenangan Tak akan ku jadi pengganggu Orang perusak kalimat nyalamu Karena diam, aku jauh lebih baik Dari pada harus menengadahkan harapan yang belum tentu datang

Aku Mencintaimu - Muhammad Ali Subkhan

Gambar
Para kumbang beterbangan Melintasi peningku yang sudah berkepanjangan Hanya satu nama Satu huruf yang terasa dalam jiwa Hening, aku terdiam Membasuh setiap helai air mata yang jatuh Lalu menahanmu tuk pergi Dan kembali, aku diam Mendengarkan keluhmu Isakkan  dentum hati Masih tentangmu yang aku cintai Aku mencintaimu Kau berkata dengan tangis Dan kembali mencari empati Kuberi itu semua Kau pun bilang, terimakasih padaku dengan penuh syahdu

Siluet Kehangatan - Muhammad Ali Subkhan

Gambar
  Kau indahkan pagimu dengan temaram senja yang tak terlihat. Mataku sayu menatapmu dari sini, dari tempat yang berbeda. Sinar menaungiku, cepat. Penghambat bebunga merekahkan harummu bersama-NYA. Siluet ini hanya gambaran tentang rinduku padamu. Saat tubuh kecilku masih kau dekap hangat. Menemani senyum-senyum lugas yang lugu. Semoga, tempat yang indah tetap menemani doaku untukmu beristirahat. Kediri, 29/1/16

Semangat Pagi

Burung-burung berikicau Bernyanyi merdu Ku sambut mentari Penuh dengan semangat pagi Meski sedikit mendung Bukan alasan tapi Karena ini semua Untuk melatih diri Peduli dengan alam Menghirup udara segar Kurindukan dulu Tapi masih ada tempat Mereka bersemi lagi Menyejukan pagi Semangat pagi Sepanjang hari

Hari Akhir

Terakhir kita bertemu Terakhir pula tekhnologi berakhir Tak ada lagi wifi Tak ada lagi mata kuliah Membebani kami Tinggal beberapa langkah lagi kita Mengadu jiwa pada keadaan dan kondisi Bukan untuk untuk diri sendiri Ini untuk mereka yang membutuhkan kami Ini hari terakhir Terakhir kita bertemu membagi Kisah dulu yang belum berakhir Hari terakhir Bukan segalanya untuk di tangisi Ini adalah hari terakhir dimana anugerah Tuhan Mulai berkehendak Disini Tempat pertemuan pertama dan terakhir Ini bukan tentang subsidi Ini tentang persahabatan Luka telah kita lalui Dengan tugas mata kuliah terakhir yang membuat kita berkumpul, bercanda dan tertawa Kemudian jenuh dalam rasa lapar Itu sudah biasa Bahkan menjadi kenangan yang spesial Untuk kita semua Abadi ... tentang apa yang kita dapatkan Hari terakhir Langkah baru dan hari baru Untuk kesuksesan kita Sampai ketemu lagi teman

KEMANA

Waktu lalu kau berteriak Aku mencintaimu Aku ingin menjadi sahabatmu Kau pun telah berjanji Untuk selalu menemaniku Menyemangati usia yang mulai senja Kini, kemana semua itu ? Pergi ... dan tak ada yang tahu Bahkan diriku yang tertidur lama Bersama nir katamu Gelap, gulita malam Menghujani permukaan daratan yang tertutupi Klise akan bayangan semu Mungkin, kini kau disana Bersama para bintang-bintang Mengerlipkan sinarnya dalam batas lajang Kediri, 14/1/16

Sendiri Lalui Sepi

Malam ini ku sendiri Lewati jalan gelap ini Rasa ku abaikan sepi Diantara suara hati Kabarmu tak kunjung datang Terdengar di telingaku sayang Apa mungkin kau menghilang Lenyap ditelan rintang Disini Kumerindukan senyum kecilmu Disini Menunggumu tuk menemuiku Hingga senja berlalu Kau tak kunjung tiba Menyentuh pundakku Segera kubangun Lalu aku berdiri pergi Sendiri melewati batas hari

SUHU (07/11/93)

Kata senja, kamu adalah Reamur Bersuhu lima derajat telapak tangan Sedikit mengalihkan Celcius 1 derajat ke atas mata Menatapku di balik mega Iya ... kamu terjaga di sana Yang tak pernah kulihat utuh Sejauh ini, suhu KEDIRI, 21/12/15